Diposting oleh Unknown on Sabtu, 25 Desember 2010

Lawan Malaysia, Kuncinya Main Lepas
Kurniawan, striker legendaris Indonesia, bicara tentang kekuatan Malaysia.

Kurniawan Dwi Julianto (vanfutbol.com)
Laga melawan Malaysia, masih terbayang di striker legendaris Indonesia, Kurniawan Dwi Julianto. Kurniawan juga akrab disapa Kurus. Pengalaman Kurniawan menjebol gawang negeri tetangga itu patutlah disimak.
Kenangan itu kembali terbayang jelang Indonesia bertandang ke Malaysia pada leg 1 final Piala AFF 2010, Minggu 26 Desember 2010. Duel ini akan digelar di Stadion Bukit Jalil, Kuala Lumpur.

Bagi Tim Nasional Indonesia, lawatan ke negeri jiran itu bukanlah pertama kali. Sebaliknya, Tim Garuda sudah beberapa kali menantang Harimau Malaya di kandangnya.
Kurniawan pernah tampil di kandang Harimau Malaya. Ia bahkan ikut ambil bagian pada laga dramatis semifinal Piala AFF 2004 lalu. Indonesia akhirnya lolos ke final setelah unggul agregat 5-3 atas Malaysia.
"Saat tampil di kandang sendiri pada leg 1, kami kalah 1-2. Karena itu kami harus bisa menang dengan agregat cukup besar di Malaysia, agar bisa melaju ke babak final," kata Kurniawan kepada VIVAnews, Kamis 23 Desember 2010.
Posisi Indonesia semakin rawan setelah pada leg 2, tuan rumah Malaysia sempat unggul 1-0 atas Indonesia. Pendukung tuan rumah yang hadir di Stadion KLFA bersorak setelah Muhammad Khalid Jamlus merobek jala tamunya pada menit ke-28.
Indonesia masih tertinggal hingga turun minum. Tim Merah Putih baru menyamakan kedudukan setelah Kurniawan sukses menjebol gawang Malaysia pada menit ke-59. Gol Kurus itu menyalakan kembali semangat anak-anak Garuda. Pada menit ke-74, Charis Yulianto yang berposisi sebagai pemain bertahan akhirnya membalik keadaan menjadi 2-1.
Tiga menit kemudian, giliran Ilham Jayakesuma menambah keunggulan Indonesia menjadi 3-1. Sedangkan gol penutup dicetak oleh Boaz Solossa pada menit ke-84. Dengan kemenangan 4-1 ini, Indonesia pun berhak lolos ke babak final dengan agregat 5-2.
"Saat itu kami hanya berusaha tampil lepas. Kami berusaha melepaskan tekanan yang ada. Tetap fokus, dan berusaha tidak terbebani. Inilah kunci kemenangan kami saat itu," kata Kurniawan yang kini berlabuh di klub PSMS Medan.
Sayangnya, perjuangan Kurniawan dan kawan-kawan untuk meraih gelar juara kandas. Langkah Tim Merah Putih saat itu dijegal Singapura dengan agregat 2-5.
Kurniawan menambahkan, timnas yang saat ini tampil di Piala AFF 2010 juga harus bisa tampil lepas. Sebab menurutnya, lawan terberat saat tampil di kandang Harimau Malaya adalah diri sendiri. Penonton bagi Kurus tidak terlalu mempengaruhi penampilan tim di lapangan.
"Yang saya rasakan, penonton di Malaysia tak terlalu membuat nervous. Tak seperti di Indonesia, penontonnya memang sangat fanatik. Bagi saya lawan paling utama itu adalah diri sendiri. Pemain harus percaya diri, dan bisa lepas dalam bermain," ujar Kurniawan.

{ 0 komentar... read them below or add one }

Posting Komentar